MEMILIH DAN TERPILIH

Sekiranya terpaksa juga naik pesawat utk urusan kerja, saya lebih memilih utk tempah perjalanan di awal pagi, lebih kurang pukul 7am.  Di luar musim tengkujuh, perjalanan waktu ni adalah amat INDAH dan MENAKJUBKAN sekali. Naik di atas awan sana, MasyaAllah…sukar digambarkan dengan kata-kata. Dengan sinaran cahaya matahari yang bersinar lemah gemalai dicelah2  awan yang memutih.  Gumpalan awan memutih bagaikan gumpalan kapas yang paling bersih dan indah yang memenuhi setiap ruang angkasaraya yang amat luas yang seolah2 tiada garis pemisahnya. Umpama lukisan indah diatas kanvas yang terbentang luas, yang dilukis oleh pelukis yang paling bijak dalam dunia ini.


Ciptaan Allah berupa awan, gunung, matahari, bumi dan bulan adalah satu ciptaan yang luar biasa. Kebesaran, Keagungan, Kesempurnaan Allah nampak amat jelas dan nyata. Tiada sebarang kekurangan walaupun sebesar atom/zarrah sekalipun. Allah yang menciptakan alam yang amat indah ini, sudah semestinya tidak mahu ciptaannya yang lebih utama, iaitu MANUSIA ini menjadi tidak indah, HINA DINA dan BURUK. Maka, dalam diri semua MANUSIA dalam dunia ini ALLAH campakkan sifat inginkan KEMULIAAN, sifat inginkan KEINDAHAN, sifat inginkan KEBAIKAN dan sifat inginkan KEBAHAGIAAN. Inilah hakikat JIWA yang dijadikan ALLAH yang dengan sifat itulah dijadikan modal oleh manusia untuk menciptakan segala macam bentuk kebaikan dalam dunia ini. Inilah potensi tenaga yang mesti digarap oleh manusia untuk menjadikan dirinya hidup bahagia di dunia dan akhirat.
Allah telah menunjukkan kepada kita dua jalan; jalan untuk menuju kehancuran dan kehinaan serta jalan yang lain yang menuju kebaikan dan kebahagian. Hanya yang tinggal bagi kita adalah memilih salah satu jalan ini. Pilihan adalah di tangan kita. Kita bebas memilihnya.
Maka, marilah kita berfikir besar (think big), dan bercita-cita tinggi. Kita tidak diciptakan untuk menjadi orang yang hina, kalah dan lemah, tetapi kita diciptakan oleh Allah sebagai wakil ALLAH untuk mentadbir alam ini, yang menggunakan segala potensi kebaikan yang sedia ada dalam diri kita untuk mencipta kebaikan utk alam ini, kebaikan untuk diri kita serta manusia keseluruhannya. Yang mampu menjadi nukleus kebaikan yang berlegar disekelilingnya segala unsur-unsur yang baik. Yang mampu menguasai dirinya dalam setiap masa dan keadaaan. Yang mampu memacak bendera kebaikan dan berdiri disekelilingnya segala kebaikan & keselamatan yang diimpikan manusia keseluruhannya.

Hanya dua jalan yang diberikan; jalan Jahiliah yang menuju kehancuran atau jalan Islam yang menuju kebahagiaan

Hanya dua jalan yang diberikan; jalan Jahiliah yang menuju kehancuran atau jalan Islam yang menuju kebahagiaan

Percayalah, kita adalah individu dan umat pilihan yang dibangkitkan untuk alam ini. Keberadaan kita dalam dunia ini bukannya hanya suatu kebetulan. Masa dan kehidupan yang dianugerahkan Allah bukan suatu barang buruk yang tiada nilai, yang boleh dibeli dipasar atau dilemparkan sesuka hati ke dalam tong sampah. Yang boleh disia-siakan sesuka hati. Kerana itu, orang yang mengsia-siakan dan memperlekehkan barang amat bernilai anugerah sang PENGUASA, maka azab dan akibatnya amat pedih sekali.
Kita diciptakan untuk BERJAYA dan MEMIMPIN. Maka bangkitlah dari lena yang panjang. Gunakan tenaga, kekuatan dan energi yang ALLAH anugerahkan kepada kita sebaiknya. Sekiranya jatuh dan rebah, maka sedarlah dan yakinlah, ALLAH inginkan kita belajar akan kehidupan ini. Bangkitlah semula kerana ALLAH amat mencintai kita, DIA lebih dekat dengan kita lebih dari urat leher kita sendiri. Dia Maha Mendengar dan sentiasa memakbulkan doa, rintihan, taubat dan pengharapan kita. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Anugerah paling berharga untuk mereka yang berjaya di akhir perjalanan ini ialah mendapat keredhaan ALLAH serta melihat wajah ALLAH di syurga nanti, hidup bahagia dalam kehidupan yang kekal abadi, yang tiada lagi kehidupan selepas itu.
“Ya Allah, saksikanlah, hambaMu  telah menyampaikan…”.
Abu Naim
Sila rujuk:
1.    Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya (AlQuran: AsSyam: 8)
2.    Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri [229], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui (AliImran: 135)
3.    Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. (AlQuran: Ar Ra’d: 11)

4.    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (AlQaf: 16)

5.    Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (AlBaqarah: 186)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: